Home / Backup / Pengertian, Tujuan, Fungsi, Kriteria dan Pentingnya Backup Data

Pengertian, Tujuan, Fungsi, Kriteria dan Pentingnya Backup Data

Mengupas tentang pentingnya membackup data – Di era digital seperti sekarang ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat. Tidak hanya sekedar dari segi hardware, namun software juga mengalami perkembangan serupa.

Mengingat keduanya merupakan hal yang perlu sejalan untuk puncak kegunaan, selain faktor dari brainware / user itu sendiri. Salah satu dari sekian kaya hal yang perlu diperhatikan merupakan backup.

Mendengar kata backup pastinya anda sudah tak asing lagi bukan?

Hal ini merupakan suatu yang wajib bagi penggunanya. Terutama untuk user yang aktif dalam data-data digital. Oleh sebab itu, pada post kali ini akan admin gunakan untuk membahas bermacam hal yang berkaitan dengan backup.

Mengupas tentang pentingnya membackup data  Pengertian, Tujuan, Fungsi, Kriteria dan Pentingnya Backup Data

Kebetulan juga admin kemarin sempat membaca artikel yang ditulis oleh Pak Endy Muhardin, seorang Software Developer yang berdomisili di Jabodetabek, berkutat di lingkungan open source, terutama Java dan GNU/Linux.

Saya menyukai artikel yang beliau tulis jadi, admin putuskan untuk menciptakan artikel ini.

Dengan fakta yang ada sekarang tentunya semua orang setuju dengan kata Backup itu Penting. Yang jadi masalah disini merupakan :
  • Berapa orang yang benar-benar melakukannya?
  • Apakah anda juga melakukan backup data secara rutin?
  • Kemudian juga dengan cara yang benar?

Kita akan bahas satu persatu.

Pengertian Backup

Dalam teknologi informasi, backup merupakan proses menciptakan data cadangan dengan cara menyalin atau menciptakan arsip data komputer sesampai kemudian data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan.

Tujuan dan Fungsi Backup

Backup terdapat dua tujuan. Tujuan utama merupakan untuk mengembalikan data apabila data tersebut hilang, baik sebab terhapus atau sebab rusak (corrupt). Tujuan kedua merupakan untuk mengembalikan data ke titik tertentu pada masa lalu.

Baca juga :
Baca :  5+ Situs Upload Foto/Gambar Terbaik dan Paling Simple

Karena fungsinya, proses backup mengharuskan pengguna menggandakan data, yang akhirnya menghabiskan kapasitas media penyimpanan. Ini mendorong ditemukannya teknologi-teknologi untuk mengefesienkan penyimpanan data backup, misalnya deduplikasi dan kompresi.

Faktor pendorong yang dapat kita jumpai di lapangan sedikit diantara alasan orang harus melakukan backup diantaranya merupakan :
  • Virus
  • Harddisk
  • Bencana alam
  • Kehilangan
  • Kerusakan baik sebab usia media penyimpanan, ketumpahan kopi, jatuh ke air dan masih kaya lagi

Jika media penyimpanan kita rusak, kita dapat membeli baru. Tapi bagaimana data kita yang ada di dalamnya? Tidak dapat!

Beberapa data jauh lebih bernilai dibanding dengan harganya, malah terkadang juga tak dapat dinilai dengan materi. Contohnya seperti album kenangan, materi kuliah, skripsi, data kantor, firmware, package dan seterusya.

Sebagaimana yang terjadi sedikit waktu lalu pada HD notebook admin yang rusak. Itu juga sebabnya akhir-akhir ini admin jangan ngeblog.

Kriteria Backup Yang Baik dan Benar

Jangan pernah abaikan faktor ini sebab poin ini sangat penting! Kriteria backup yang baik dan benar salah satunya berada di sedikit lokasi penyimpanan yang berbeda dengan lokasi datanya.

Saya ambil contoh bebeginilah,

Suatu perbisnisan selalu melakukan backup rutin. Namun mereka menyimpan backup data tersebut di gedung yang sama. Tiba-tiba gedung tersebut terkena musibah kebakaran yang melalap habis gedung beserta isinya.

Baca juga Mengatasi OTG Tidak Terdeteksi Andrdoid

Dengan contoh singkat diatas apa yang terjadi? Semua data hilang termasuk backup dari data mereka!. Oleh sebab itu, admin katakan diatas sebaiknya diletakan di sedikit lokasi penyimpanan yang berbeda.

Selain hal diatas, ada sedikit kriteria lain yang harus kita penuhi agar data kita aman:
  1. Data terduplikasi di lebih dari satu tempat. Selain di laptop, dapat juga diletakan pada external harddisk, dan ada juga di server atau layanan cloud.
  2. Tempat penyimpanan terpisah satu dengan lainnya secara geografis lebih dari 30 kilometer. Ini untuk menmenggantisipasi apabila terjadi kejadian seperti gempa bumi, kerusuhan, atau kebakaran.
  3. Data sensitif disimpan dalam bentuk terenkripsi. Kita tentu tak ingin arsip foto keluarga beredar secara bebas di internet. Demikian juga dokumen-dokumen pribadi seperti scan identitas, surat kendaraan, dan informasi rahasia lainnya.
  4. Data harus dapat dimundurkan ke periode waktu tertentu. Misalnya komputer kita terkena virus, kemudian kita jalankan prosedur backup. Tentu saja si virus ini akan ikut tersimpan dalam backup. Bila ini terjadi, kita ingin mengambil data pada waktu belum terkena virus.
Baca :  Cara Simple Memblokir Iklan Pop-up di Mozilla dan Chrome

Dan juga ada sedikit kriteria tambahan yang sifatnya tak wajib, namun akan menciptakan lebih mudah :
  1. Prosedurnya dapat diotomasi. Denga demikian cukup sekali setup, dia akan berjalan sendiri secara otomatis
  2. Incremental backup. Maksudnya hanya membackup perubahan sejak backup sebelumnya. Ini akan menghemat space harddisk dan bandwidth (bila backupnya diupload ke tempat lain)
  3. Dukungan untuk bermacam layanan Cloud dapat seperti FTP, Dropbox, Google Drive, Amazon S3, Amazon Glacier
  4. Kompresi data. Perlu diketahui juga bahwa tak semua file dapat dikompresi. File-file seperti PDF, JPG, MP3, MP4, dan file multimedia pada umumnya sudah berada dalam kondisi terkompres. Sesampai kemudian bila dikompres lagi, tak akan mengurangi ukuran filenya.

Aplikasi Backup

Sekarang ini sudah kaya sekali software aplikasi untuk memudahkan pekerjaan dalam membackup data kita. Beberapa pilihan yang dapat digunakan contohnya :
  1. Time Machine (MacOS)
  2. Duplicity (Linux, MacOS, Windows)
  3. Windows Backup and Restore
  4. Deja Dup (front-end duplicity)
  5. Duply (wrapper duplicity)

Lokasi Backup Data

Cara backup data dapat dilakukan dengan bermacam perangkat, baik itu melalui harddisk internal itu sendiri, harddisk eksternal, CD R/RW, DVD R/RW, flash disk, memory, inginpun software backup.

Dimana admin dapat menyimpan data dengan aman di tempat yang berbeda, lagikan admin tak punya media lain (External Harddisk)? Mau beli engga punya uang. Kalo pakai CD/DVD lemot, Flash disk juga gampang ilang, kecuci sebab terselip di saku”.

Cloud Server

Baik, untuk user biasa masih dapat kita akali dengan menguploadnya di Cloud Server. Apa itu Cloud? Saya ambil dari Wikipedia definisi dari Cloud Computing dapat anda baca dibawah ini :

Cloud computing, also known as on-demand computing, is a kind of Internet-based computing, where shared resources,data and information are provided to computers and other devices on-demand. It is a model for enabling ubiquitous, on-demand access to a shared pool of configurable computing resources.

Baca juga Cloud Storage, Solusi Mudah Simpan File Online

Cloud computing and storage solutions provide users and enterprises with various capabilities to store and process their data in third-party data centers.[3] It relies on sharing of resources to achieve coherence and economies of scale, similar to a utility (like the electricity grid) over a network.

At the foundation of cloud computing is the broader concept of converged infrastructure and shared services.

Sekarang ini sudah kaya sekali yang menyediakan aplikasi cloud untuk Android.

Baca :  7+ Situs Streaming TV Online Indonesia Terbaik

Mulai dari yang free sampai dengan premium. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan, keunggulan si penyedia jasa.

Nah, itulah Pengertian, Tujuan, Fungsi, Kriteria dan Pentingnya Backup Data. Jika artikel ini bermanfaat, silahkan anda share atau berkomentar dengan feedback untuk support blog ini. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat. dan selamat mencoba.

Referensi :
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Backup
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing
  • http://muhardin.com/

About Erzed