Home pkn Pengertian istilah-istilah internasional tugas pkn hal 15+8 kelas 12+

Pengertian istilah-istilah internasional tugas pkn hal 15+8 kelas 12+

by Erzed
Berikut ini, istilah-istilah Perjanjian Internasional :

 yaitu perjanjian paling formal yang merupakan persetujuan dari dua Negara atau lebih Pengertian istilah-istilah internasional tugas pkn hal 15+8 kelas 12+

Trakat (Treaty), yaitu perjanjian paling formal yang merupakan persetujuan dari dua Negara atau lebih. Perjanjian ini khusus mencakup bidang politik dan bidang ekonomi.

Konvensi (Convention), yaitu pesetujuan formal yang bersifat multilateral, dan tak berurusan dengan kebijaksanaan tingkat tinggi (high policy). Persetujuan ini harus dilegalisasi oleh wakil-wakil yang berkuasa penuh (plaenipotentiones).
Pesetujuan (Agreement), yaitu perjanjian yang bersifat teknis atau administratif. Agreement tak diartikan sebab sifatnya tak seresmi trakat dan konvensi.
Perikatan (Arrangement), yaitu istilah yang digunakan untuk transaksi-transaksi yang bersifat sementara. Perikatan ini tak seresmi trakat dan konvensi.
Proses Verbal, yaitu catatan-catatan atau ringkasan-ringkasan atau kesimpulan-kesimpulan konferensi diplomatik, atau catatan-catatan suatu permufakatan. Proses verbal tak diratifikasi.
Piagam (Statute), yaitu himpunan peraturan yang ditetapkan oleh persetujuan internasional baik seputar pekerjaan inginpun kesatuan-kesatuan tertentu seperti pengawasan internasional yang mencakup tentang minyak atau seputar lapangan kerja lembaga-lembaga internasional. Piagam itu dapat digunakan sabagai alat tambahan untuk pelaksanaan suatu konvensi (seperti piagam kebebasan transit).
Prokol (Protocol), yaitu persetujuan yang tak resmi dan pada umumnya dibuat oleh kepala Negara, mengatur masalah-masalah tambahan seperti penafsiran klausul-klausul tertentu.
Deklarasi (Declaration), yaitu Perjanjian internasional yang berbentuk trakat, dan dokumen tak resmi. Deklarasi sebagai trakat bila menerangkan suatu judul dari batang tubuh ketentuan trakat, dan sebagai dokumen tak resmi apabila merupakan lampiran pada trakat atau konvensi, Deklarasi sebagai persetujuan tak resmi bila mengatur hal-hal yang kurang penting.
Modus (Vivendi), yaitu dokumen untuk mencatat persetujuan internasional yang bersifat sementara, sampai berhasil diwujudkan perjumpaan yang lebih permanen, terinci, dan sistematis serta tak memerlukan ratifikasi.
Pertukaran Nota, yaitu metode yang tak resmi, tenamun akhir-akhir ini kaya digunakan. Biasanya, pertukaran nota dilakukan oleh wakil-wakil militer dan negara serta dapat bersifat multirateral. Akibat pertukaran nota ini timbul kewajiban yang menyangkut mereka.
Ketentuan Penutup (Final Act), yaitu ringkasan hasil konvensi yang menyebutkan negara peserta, nama utusan yang turut diundang, serta masalah yang disetujui konferensi dan tak memerlukan ratifikasi.
Ketentuan Umum (Generak Act), yaitu trakat yang dapat bersifat resmi dan tak resmi. Misalnya, LBB (Liga Bangsa-Bangsa) menggunakan ketentuan umum seputar arbitasi untuk menyelesaikan secara damai pertikaian internasional tahun1928.
Charter, yaitu istilah yang dipakai dalam perjanjian internasional untuk pendirian badan yang melakukan fungsi administraif. Misalnya, Antalantic Charter.
Pakta (Pact), yaitu istilah yang menunjukan suatu persetujuan yang lebih khusus (Pakta Warsawa). Pakta membutuhkan ratifikasi.
Convernant, yaitu anggaran dasar LBB (Liga Bangsa-Bangsa)
Diplomasi (Diplomacy), yaitu sarana yang sah (legal), terbuka dan terang-terangan yang digunakan oleh suatu Negara dalm melaksanakan poltik luar negeri. Untuk menjalin hubungan di antara Negara-negara itu, biasanya negara tersebut saling menempatkan perwakilan (konsuler atau kedutaan).
Negoisasi, yaitu untuk mengadakan perundingan / pembicaraan baik dengan Negara di mana ia diakreditas inginpun oleh Negara lain.


Sumber Web Wanajay

Baca :  Kunci Jawaban Tugas Mandiri 5.1 PKN Kelas 11+ Kurikulum 2013+

You may also like