Bos Asus Indonesia: Lawan Kami Xiaomi, Bukan Oppo

Persaingan vendor smartphone – Dalam dunia smartphone, awal tahun 2019 jadi tahun yang cukup bergejolak. Vendor seperti Asus, Xiaomi dan Oppo tengah bersiap merilis ponsel Android terbarunya di Indonesia. Uniknya, acara tersebut akan diadakan dalam waktu berdekatan.

Tentu ini akan memicu persaingan sengit dari ketiga vendor tersebut. Namun bagi Asus, Oppo tak dianggap sebagai pesaing beratnya. Perbisnisan asal Taiwan itu lebih memilih Xiaomi untuk menjadi musuh utama mereka.

Tentu, ini berbanding terbalik dengan kondisi sedikit bulan lalu. Asus kerap menempatkan Oppo sebagai lawan di setiap video perbandingan ponsel garapannya.

“Saingan kita Xiaomi, Oppo nggaklah. Soalnya prosesor mereka berbeda,” ujar Galip Fu, Country Marketing Manager Asus Indonesia, seperti kutip dari detikINET.

Asus Zenfone Terbaru Meluncur di Monas?

Perihal gambar tugu Monas (Monumen Nasional) yang mereka posting lewat akun resmi sosial media resmi mereka, kaya pihak menduga apabila acara peluncuran Zenfone terbaru akan digelar disana.

Namun saat ditanya seputar kecukupan tersebut, bos Asus menjawab andaikata pihaknya terdapat dana yang cukup besar, mereka tak akan menggelar acara di tempat yang jadi warisan budaya Indonesia.

 Xiaomi dan Oppo tengah bersiap merilis ponsel Android terbarunya di Indonesia Bos Asus Indonesia: Lawan Kami Xiaomi, Bukan Oppo

“Oke apabila admin punya USD 10 juta dan dapat menyewa Borobudur untuk menggelar acara peluncuran yang megah, itu taklah benar. Borobudur bukan hanya warisan Indonesia, namun dunia. Bagaimana pemerintah Indonesia memsupayakan itu,” ungkap Galip.

Meski memajang gambar Monas dalam teaser tersebut, Asus nampaknya tak akan mengadakan acara peluncuran di sana.

“Kami memilih peluncuran di hotel saja,” tambahnya.

Meski demikian, Galip sempat memuji cara vendor tententu yang sudah ‘membajak’ kaya stasiun televisi untuk menyiarkan peluncuran produk mereka. Ia beranggapan TV sebagai media hiburan memang wajar digunakan untuk hal tersebut.

“Menyiarkan di belasan stasiun televisi cukup baik. Tapi jangan pernah menggunakan tempat-tempat bersejarah Indonesia. Yang boleh menggunakan semua itu hanya Jokowi,” pungkas Galip.

Bagaimana menurut sobat semua, apa sobat semua setuju?.
Comments