5+ Penyebab Dan Tutorial Mengatasi Komputer Yang Mati Sendiri Secara Tiba-tiba

By | April 9, 2019
5+ Penyebab Dan Tutorial Mengatasi Komputer Yang Mati Sendiri Secara Tiba-tiba 1
Salah satu gejala “penyakit” komputer / PC yang jarang dialami namun kerap ditemui, merupakan komputer mati sendiri secara tiba-tiba. Hal ini kaya sekali penyebab-penyebabnya.

Komputer yang tiba-tiba mati pastinya bikin kesal. Di kaya situasi, kita dapat mendapatkan kesulitan akibat kerusakan ini. Sebagai contoh ketika lagi mengetik di office word, Sudah mengetik panjang-panjang, lalu tiba-tiba mati sendiri. Parahnya belum sempat ter-save.

Atau lagi main game. Sudah masuk level jauh, tiba-tiba komputer mati sendiri.. Akhirnya mengulang kembali sebab belum di save.

 PC yang jarang dialami namun kerap ditemui 5+ Penyebab Dan Tutorial Mengatasi Komputer Yang Mati Sendiri Secara Tiba-tiba

Karena penyebabnya kaya, kita tak tahu dimana kerusakan yang benar-benar jadi penyebab utama.  Karena dari driver (software) sistem operasi sampai power supply yang rusak dapat jadi penyebabnya.

Saya juga dahulu kerap sekali mengalami komputer mati sendiri. Walau tak sampai merusak, namun hampir setiap admin pakai, dalam rentang waktu yang tak terang, sekitar 10 atau berjam-jam baru mati.

Kebayang kesalnya admin setiap makai PC admin kan? Nah, disini kita akan bahas cara mengatasi komputer yang mati sendiri secara tiba-tiba.

Semoga dengan artikel ini, dapat membantu untuk memperbaiki kerusakan yang anda alami. Berikut caranya:

1. Karena power supply

Pertama, ini merupakan gejala umum yang paling kerap ditemui. Power supply, merupakan pemasok daya untuk seluruh komponen PC, juga sekaligus jantungnya PC.
Komputer yang kurang daya sebab power supply, biasanya tak dapat dinyalakan. Kalaupun dapat nyala, nantinya akan mati sendiri nantinya dalam jangka waktu tertentu, atau dalam beban tertentu.
Pada beban tertentu, seperti yang kita tahu, komputer akan menyedot daya dari power supply sesuai beban yang dijalankan. Contoh beban yang berat seperti ngegame, multitasking atau editing video.
  • PC mati sebab power supply ini kerap terjadi. Mengingat mayoritas pengguna PC di indonesia terdapat PSU yang buruk (abal-abal). Entah itu bawaan casing atau yang harganya 100-200 ribuan.

    • Bisa juga sebab kesalahan perhitungan daya power supply. Ini misalnya, PC anda menyedot daya 200 watt. Power supply yang dipakai 250 watt. Karena abal-abal, ternya PSU hanya dapat memberi daya sekaya 160 watt. Akibatnya komputer mati sendiri nantinya. 

      • Ada juga kecukupan PSU mengalami kerusakan. Sesampai kemudian suplay daya terganggu.

        • PSU abal-abal juga memilii tegangan daya yang tak stabil. Selain menciptakan komputer mati ini dapat merusak komponen-komponen bagian dalam komputer.
          Baca :  3 Tutorial Mengecek Kesehatan Harddisk (10+0% Akurat)

          Jika komputer mati sebab power supply, ini sangat beresiko terhadap komponen-komponen lain. Karena kaya komponen yang sensitif terhadap daya yang terputus secara tiba-tiba dan listrik yang tak stabil (Poin 4).

          Paling kerap, harddisk yang bad sector. Dan kasus terburuk, VGA dapat mengalami artefak. (Gejala VGA rusak).

          Solusinya

           

          Tentu dengan mengmengganti PSU yang rusak, jelek, atau kurang daya baru saja. Kalau PSUnya bagus namun dayanya kurang untuk pasok hardware, dapat melakukan opsi pengmenggantian PSU, atau pengmenggantian hardware dengan konsumsi daya lebih rendah.
          PSU jelek dan PSU bagus itu sudah terlihat dari harga. PSU bagus dengan daya pure dan stabil terdapat harga 2 sampai kemudian 3 kali-lipat dari PSU yang jelek. Saya ambil mudah, harga PSU bagus biasanya diatas 500 ribuan.

          2. Karena kepanasan

           

          Sebenarnya ada 2 gejala ketika komputer kepanasan. Yang pertama, komputer akan mengalami restart. Yang kedua, komputer akan mengalami mati sendiri.
          Ini disebabkan PC akan secara otomatis memenonaktifkan dirinya untuk melindungi komponen dari kerusakan akibat kepanasan.
          Penyebab komputer yang panas sampai kemudian overheat ada sedikit:
          • Thermal paste Processor kering menjadi penyebab umum pada komputer lama. Thermal paste merupakan pasta khusus untuk menghantar panas antara processor dan HSF. Kalau pastanya kering, otomatis penghantaran panas akan terganggu.

            • Lalu dilanjut dengan HSF yang rusak. selain rusak, dapat juga performa HSF yang sudah tak maksimal. Bisa jadi sebab putaran fannya yang terlalu lambat akibat sudah tua. Atau dapat juga kesalahan setting RPM sesampai kemudian putaran fan menurun.

              • Terlalu kaya debu juga dapat jadi penyebab. Apalagi apabila anda memakai casing komputer. Ini akibat airflow di dalam case terganggu. Panas Processor yang dibuang HSF akan terjebak didalam, sesampai kemudian menyebabkan komputer kepanasan bahkan overheat.

                • Bisa juga sebab processor yang digunakan terlalu panas, namun HSF tak dapat mendinginkan processor tersebut. Biasanya ini terjadi sebab processor yang menguras kaya daya, sesampai kemudian mengeluarkan panas berlebih. Tapi sebab HSF yang digunakan tak dapat menandingi panas tersebut, akibatnya processor jadi kepanasan. Biasanya ini terjadi saat melakukan overclock.

                Solusinya

                 

                A. Pertama, lakukan pengmenggantian thermal paste terlebih dahulu. Terutama untuk pengguna komputer lama, sudah pasti pastanya sudah mulai mengering atau bahkan sudah kering.

                  Pemilihan thermal paste pun tak dapat asal-asalan. Jangan pakai thermal paste murah dibawah 20 ribuan sebab cepat sekali keringnya.

                  Baca :  Tutorial Memperbaiki Komputer No Signal Supaya Nyala Lagi
                    Apalagi apabila anda menggunakan Processor cepat yang haus daya. Panas yang dikeluarkan harus diimbangkan dengan thermal paste yang bagus.
                    B. Jika yakin HSF yang digunakan sudah lemah. Silakan mengganti dengan HSF lain. Kalau processor yang digunakan termasuk processor yang ‘panas’. Saya sarankan untuk mengmenggantinya dengan HSF yang lumayan bagus.
                    • Untuk HSF ada pilihan HSF bawaan dan HSF merk lain. Saya rekomendasikan untuk beli HSF pihak ketiga, sebab performanya lebih bagus, sehinggga anda tak perlu khawatir akan kepanasan.
                    • Tapi apabila processor yang digunakan termasuk di performa mainstream dan masih dalam kondisi bawaan, HSF bawaan juga cukup.
                    Untuk pengmenggantian HSF pihak ketiga tak perlu khawatir dengan futureproof. Harga pasar HSF cukup stabil, dan jarang mengalami penurunan.
                    Selain itu, HSF juga termasuk komponen yang dapat dipakai dalam jangka panjang. Karena vendor processor (AMD atau Intel), tak begitu kerap mengmengganti socket (pengaruh ke dudukan nanti).
                    C. Untuk masalah debu, sangat mudah. Bersihkan debu dengan kompresor udara dengan tekanan angin kuat. Ini dapat menciptakan debu jadi hilang semua.
                    Tambahkan juga sedikit fan supaya airflow casing dapat lebih maksimal. Terutama untuk pengguna casing dengan slot fan diatas. Bisa ditambah disana.
                    D. Kalau yakin performa HSF tak dapat menandingi panasnya Processor, maka ingin tak ingin anda harus mengmenggantinya dengan HSF baru yang lebih bagus. Bisa juga dengan mengoptimalisasi Processor, dengan menurunkan performanya agar tak terlalu panas (Sebagaimana disable boost clock) dan sebagainya.
                    Atau melimit clock processor pada speed tertentu juga dapat membantu processor agar tak mencapai ‘titik beban’ dimana komputer mati sendiri nanti.
                    E. Sobat juga dapat mensetting RPM pada BIOS ke dalam kecepatan tertentu. Ini dapat membantu agar Processor tetap dingin. Karena kadang salah setting RPM juga dapat jadi penyebab processor panas (pengalaman pribadi).

                    Khusus pengguna laptop..

                     

                    Laptop sama dengan komputer, juga akan mengalami panas berlebih sesampai kemudian restart atau mati sendiri. Untuk pembahasan cara mengatasi laptop panas agak panjang. Jadi lebih baik dicari caranya lewat Google.

                    3. Karena tombol power rusak

                    Ini sebenarnya jarang terjadi. Tapi masih dapat ditemui. Kerusakan disini, dapat sebab tombol power yang kabelnya menyentuh bagian masing-masing. Sesampai kemudian komputer jadi tiba-tiba mati.
                    Biasanya, ini ditemukan di casing-casing lama, yang kabelnya sudah mulai mengelupas.
                    Hati-hati juga terhadap binatang yang masuk ke dalam casing. Bisa menggigit kabel, atau merusak komponen. Contohnya gosong gara-gara masuk ke dalam PSU.. Bahaya!

                    4. Karena sistem dan virus

                    Jujur saja, PC yang mati sendiri sebab pengaruh sistem inginpun virus juga jarang terjadi. Ini sebab kekayaan sistem yang rusak sebab corrupt paling kerap hanya menyebabkan lemot sampai hang (akibat harddisk sulit membaca data).
                    Sedangkan virus, kaitannya ada namun juga jarang. Ada lho, virus iseng untuk memenonaktifkan (shutdown) komputer secara tiba-tiba.
                    Karena admin juga pernah diisengi teman dengan memasukkan virus seperti ini. 

                    Solusi

                    Kalau rusak di sistem ya paling mudah install ulang. Supaya seluruh corrupt dan rusaknya tereset. Data yang corrupt pun akan kembali lagi nantinya.
                    Untuk sebab virus, mengatasinya sama dengan sebelumnya. Install ulang. Tujuannya, supaya virus tak ada yang tertinggal sama sekali. Bedanya, kalau kena virus, admin sarankan untuk format seluruh harddisk agar komputer kembali fresh dan normal.
                    Bisa juga dengan menggunakan SSD supaya beban sistem khusus ada di SSD. Karena SSD punya perbandingan performa yang jauh dari harddisk.

                    5. Motherboard rusak

                    Terakhir motherboard rusak. Motherboard rusak, dapat jadi penyebab komputer yang baru nyala langsung mati sendiri. 
                    Untuk penyebab kerusakan ini, admin dapat di forum tanya jawab komputer, dimana cukup kaya yang mengalami hal ini.
                    NB: Saat ini admin juga ada 1 PC yang tak dapat nyala (pas nyala langsung mati). Saya pikir positif ada di PSU dan di motherboard.

                    Solusi

                    Mudah saja. Untuk mengecek apakah benar motherboard rusak, pindahkan semua komponen ke PC lain kecuali motherboard dan processor. Ini untuk mengetes apakah benar kerusakan ada di motherboard.
                    Untuk processor, jarang sekali rusak. Kecuali suka dipakai panas-panasan (baca nomor 2), dapat menciptakan processor rusak dalam jangka waktu panjang.
                    Solusinya, agak sulit. Sobat harus pinjam motherboard dengan socket dan chipset yang sama untuk mengetes positif atau negatif kerusakan ada di motherboard.
                    Untuk cara atasinya dapat men-service atau mengmengganti langsung motherboard yang dipakai.

                    Penutup…

                     

                    5 penyebab diatas merupakan 5 dari sekian penyebab komputer yang mati sendiri secara tiba-tiba. Cara mengatasinya juga sebenarnya dapat beragam, tergantung dari budget dan seberapa ‘cerdas’ anda mengatasinya.
                    Jika 5 poin diatas belum berhasil, silakan bereksperimen sendiri. Karena dengan eksperimen kita dapat mengetahui dan menambah ilmu dengan kerusakan yang ada.
                    Karena admin sendiri pun mengatasi kerusakan hanya dengan modal eksperimen dan internet sampai betul kembali.
                    Semoga bermanfaat, sekian, terima kasih.

                    Baca :  5+ Tutorial Mengatasi USB Not Recognized (Untuk Windows 10+)